fbpx

Perbedaan Will dan Would dalam Bahasa Inggris dan Contoh Kalimatnya

oleh | Apr 24, 2024 | Uncategorized | 0 Komentar

Kalian yang sedang belajar bahasa Inggris, masih sering kebingungan nggak sih mengenai perbedaan will dan would dalam Bahasa Inggris?

Dalam bahasa Indonesia, kedua kata tersebut memang artinya sama, yaitu ‘akan’. Keduanya juga merupakan modal verbs, dan sama-sama bisa digunakan untuk menyatakan permintaan, keinginan, atau kemungkinan.

Secara gampangnya, would adalah bentuk past dari will. Tetapi sebetulnya nggak sesederhana itu sih.

Karena penggunaan kata will dan would ini sering banget muncul, kamu yang ingin mahir berbahasa Inggris harus tahu perbedaan dan aturan penggunaannya agar tidak jadi miss communication dan malu-maluin. Nggak usah pakai lama, yuk cuss kita bahas perbedaan will dan would.

Definisi Will dan Would

Pertama-tama mari kita bahas terlebih dahulu apa yang dimaksud will dan would.

Apa artinya Will?

Will artinya “akan” atau “ingin”. Tetapi dia juga memiliki beberapa arti lain sesuai dengan konteks penggunaannya.

Will adalah salah satu modal verbs yang memiliki fungsi untuk menyatakan tindakan atau kejadian di masa depan. Penggunaannya dalam kalimat adalah untuk mengungkapkan adanya kemungkinan sesuatu akan terjadi di waktu yang akan datang atau kesediaan melakukan sesuatu.

Kata ini juga dapat digunakan untuk memberikan janji, membuat prediksi, atau menyampaikan niat. Will diletakkan sesudah kata benda dan dapat disingkat menjadi ‘ll. Misalnya, she will bisa disingkat menjadi she’ll.

Apa artinya Would?

Sama seperti will, would artinya juga “akan” atau “ingin”. Would merupakan bentuk lampau dari will.

Would digunakan untuk menyatakan preferensi, keinginan, atau tindakan yang tergantung pada kondisi tertentu. Kata ini juga dapat digunakan untuk membuat permintaan dengan lebih sopan atau mengungkapkan kejadian hipotesis.

Penggunaan lainnya adalah untuk meminta atau menawarkan sesuatu. Would diletakkan sesudah kata benda dan dapat disingkat menjadi ‘d. Misalnya, they would bisa disingkat menjadi they’d.

Jika digunakan untuk kalimat pengandaian (conditional), konotasinya adalah sesuatu dengan kemungkinan kecil atau bahkan tidak akan mungkin terjadi. 

 

Perbedaan Penggunaan Will dan Would dalam Bahasa Inggris

Apa bedanya will dan would?

Perbedaan will dan would terletak pada keterangan dan cara penggunaannya. Keduanya digunakan dalam jenis future tenses yang berbeda. Will digunakan dalam simple future tense dan biasanya situasi informal, sedangkan would digunakan untuk menunjukkan simple past future tense dan situasi yang lebih formal.

Tetapi keduanya bisa digunakan untuk mengikuti semua subjective pronoun (I, you, he, she, it, we, you, they).

Agar tidak bingung, mari kita bahas penggunaannya satu per satu.

Penggunaan Will dalam bahasa Inggris beserta contohnya

1. Kita bisa memakai will untuk membuat prediksi tentang masa depan berdasarkan keyakinan atau penilaian.

Contoh:

“I think it will rain tomorrow.” (Kurasa besok akan hujan.)

“I will be seventeen next year.” (Aku akan berumur 17 tahun depan.)

2. Kita dapat menggunakan will ketika membuat keputusan tiba-tiba atau merencanakan sesuatu di masa depan secara spontan.

Contoh:

“I forgot my lunch. I will buy something to eat.” (Aku lupa makan siangku. Aku akan membeli sesuatu untuk dimakan.)

“What will you drink? I’ll have a glass of juice.” (Apa yang akan kamu minum? Aku akan minum segelas jus.)

 

3. Will digunakan untuk membuat janji atau komitmen untuk melakukan sesuatu di masa depan.

Contoh:

“I will help you with your homework tomorrow.” (Aku akan membantumu mengerjakan PRmu besok.)

“I will always remember you.” (Aku akan selalu mengingatmu.)

 

4. Kita dapat menggunakan will untuk memberikan instruksi atau perintah kepada orang lain dengan nada yang sopan.

Contoh:

“Will you please close the door?” (Maukah kamu menutup pintu?)

“Will you please turn off the lights when you leave?” (Maukah kamu bisa mematikan lampu ketika kamu pergi?)

5. Kita bisa menggunakan will untuk menawarkan bantuan kepada seseorang.

Contoh:

“I will help you carry your bags.” (Aku akan membantumu membawa tas-tasmu.)

“I will gladly help you move the furniture.” (Aku dengan senang hati akan membantumu memindahkan perabotan.)

Catatan:

Untuk kejadian di masa depan yang berupa rencana atau pengaturan, lebih umum digunakan bentuk to be + going to.

Penggunaan Would dalam bahasa Inggris beserta contohnya

1. Would digunakan untuk menunjukkan bentuk lampau dari will.

Contoh:

“Larry said he would come.” (Larry bilang dia akan datang.)

“He said he would call me later.” (Dia mengatakan dia akan meneleponku nanti.)

 

2. Would digunakan dalam situasi permintaan tolong atau penawaran sesuatu dalam situasi yang lebih formal atau ke orang yang lebih tua dan lebih kita hormati. Alasannya tentu saja karena would lebih sopan dari will.

Contoh:

“Would you like some tea?” (Apakah kamu ingin minum teh?)

“Would you please pass me the salt?” (Apakah kamu bisa tolong memberiku garam?)

 

3. Would juga dapat digunakan untuk menggambarkan kejadian berulang atau kebiasaan di masa lampau.

Contoh:

“When we were kids, we would play in the park every day.” (Ketika kami masih kecil, kami biasa bermain di taman setiap hari.)

“Every summer, we would go camping by the lake.” (Setiap musim panas, kami biasa pergi berkemah di danau.)

4. Penggunaan lain dari Would adalah untuk menyatakan preferences – pernyataan tentang pilihan, dalam bentuk “would rather” atau “would prefer”.

Contoh:

“He would rather quit the job than having to leave his family.” (Dia lebih memilih untuk berhenti bekerja daripada harus meninggalkan keluarganya).

“They would prefer eating out than bringing homecook meal.” (Mereka lebih suka makan di luar daripada membawa bekal.)

Contoh Will dan Would dalam Kalimat Bahasa Inggris

Supaya kalian makin paham lagi, yuk simak contoh kalimat lainnya yang menggunakan will dan would!

1. Will you please be quiet during the presentation?

(Bisakah kamu diam selama presentasi?)

 

2. Will you assist me with the cooking?

(Apakah kamu akan membantuku memasak?)

 

3. Will you like me to proofread your essay?

(Mau aku bantuin periksa tulisanmu?)

 

4. Don’t worry about the dishes. I will take care of them.

(Jangan khawatirkan piring-piring kotor itu. Aku yang akan menanganinya.)

 

5. I will be there for you whenever you need support.

(Aku akan selalu memberimu dukungan.)

 

6. I would love to visit Paris someday.

(Aku ingin sekali mengunjungi Paris suatu hari nanti.)

 

7. We knew she would win the competition.

(Kita tahu dia akan memenangkan kompetisi itu.)

 

8. They promised they would be nice to him.

(Mereka berjanji akan meperlakukan dia dengan baik.)

 

9. I thought it would rain, so I brought an umbrella.

(Aku pikir akan hujan, jadi aku membawa payung.)

 

10. She would always bring homemade cookies to school.

(Dia selalu membawa kue-kue buatan sendiri ke sekolah.)

 

Perbedaan Will dan Would dalam Conditional Sentence (Kalimat Pengandaian)

Selain perbedaan di atas, penggunaan will dan would dalam conditional sentence atau kalimat pengandaian juga berbeda. Secara umum, modal verb will digunakan untuk conditional sentence type 1 sedangkan would digunakan untuk conditional sentence type 2 dan 3. 

 

Will untuk Conditional Sentence Type 1 (First Conditional)

Bentuk kalimat Type 1 ini menyatakan hubungan sebab-akibat dari situasi mungkin bisa terjadi di masa depan. Dengan kata lain, kita percaya bahwa situasi tersebut memiliki peluang yang tinggi untuk terjadi.

Contoh:

“If it rains, I will take an umbrella.” (Jika hujan, aku akan membawa payung.)

“Farah will pass the exam if she studies well.” (Farah akan lulus ujian jika dia belajar dengan baik.)

 

Would untuk Conditional Sentence Type 2 (Second Conditional)

Bentuk Second Conditional ini mengacu pada keadaan sebab-akibat dalam situasi yang tidak mungkin terjadi untuk saat ini atau masa depan.

Contoh:

“If I had more money, I would buy a new car.” (Jika aku memiliki lebih banyak uang, aku akan membeli mobil baru.)

“If I had more free time, I would learn to play the piano.” (Jika aku memiliki lebih banyak waktu luang, aku akan belajar bermain piano.)

“If I were you, I would not take his offer.” (Jika aku jadi kamu, aku nggak akan menerima tawarannya.)

 

Would untuk Conditional Sentence Type 3 (Third Conditional)

Sedangkan bentuk Third Conditional statement digunakan untuk mengungkapkan semacam penyesalan, bahwa sesuatu seharusnya bisa terjadi di masa lalu; atau justru sebaliknya, untuk menyatakan kondisi yang seharusnya tidak terjadi di masa lalu, tapi justru terjadi.

Contoh:

“If I had studied harder, I would have passed the exam.” (Jika aku belajar lebih giat, aku akan lulus ujian.)

“If they had arrived on time, they would have caught the train.” (Jika mereka tiba tepat waktu, mereka akan naik kereta.)

Perbedaan Will dan Would Like To

Nah, ada lagi nih, yang bikin sering bingung, yaitu will dan would like to. Apakah penggunaan keduanya sama? Kapan kita menggunakan would like?

Dalam situasi sehari-hari, aturan penggunaan would like to sama dengan would. Would like to sering digunakan ketika kita berbicara dengan sopan, seperti ketika memesan makanan di restoran. Contohnya, kita bisa mengatakan, “I would like to have a cup of tea, please” untuk menyampaikan keinginan kita dengan sopan kepada pelayan.

Jadi, perbedaan utama antara will dan would like to adalah dalam cara mereka menyatakan keinginan atau niat di masa depan. Will lebih langsung dan tegas, sementara would like to lebih lembut dan sopan.

 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *